Kimia Online - Sebuah terobosan ilmiah lahir dari sinergi dua kampus Islam negeri terkemuka di Indonesia. Melalui skema Riset Kolaboratif MoRA the Air Funds, peneliti dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari berhasil menciptakan sebuah produk inovasi yang menjanjikan di bidang keamanan pangan. Digawangi oleh Sjamsiah, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku ketua peneliti dari UINAM, produk inovasi tersebut diberi nama MoRA Sense V01, dengan tagline yang menggambarkan fungsinya secara tepat: "Voltammetric Pesticide Detector for Food Safety".
MoRA
Sense V01 bukan sekadar instrumen biasa. Alat ini dirancang untuk menjadi
solusi cerdas dan sensitif dalam mendeteksi residu pestisida organofosfat pada
bahan pangan (sebuah persoalan serius yang selama ini menjadi perhatian dunia
kesehatan dan pertanian). Dengan pendekatan teknologi voltammetri yang canggih,
alat ini diharapkan mampu memberikan deteksi yang akurat, cepat, dan dapat
diandalkan bahkan dalam format yang portabel.
Tonggak
penting dalam perjalanan inovasi ini tercatat pada Kamis, 7 Mei 2026, ketika
MoRA Sense V01 menjalani validasi skala terbatas di Laboratorium Riset
Kimia UIN Alauddin Makassar. Kegiatan validasi ini turut disaksikan oleh Ketua
dan Sekretaris Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UINAM, sebagai bentuk
dukungan institusi terhadap riset inovatif yang dilahirkan dari lingkungan
kampus. Tujuan validasi ini adalah untuk mendapatkan gambaran nyata tentang
kinerja prototipe sebelum dikembangkan lebih lanjut.
Hasilnya
cukup menggembirakan. Prototipe MoRA Sense V01 menunjukkan kinerja yang baik
pada larutan uji, ditandai dengan data scanning voltammogram yang telah
sesuai dengan data pembanding. Lebih jauh, data tersebut menunjukkan puncak
arus yang reversible — sebuah indikator penting yang menegaskan bahwa
sensor ini bekerja secara konsisten dan dapat diandalkan secara analitik.
Keberhasilan
validasi awal ini tentu bukan titik akhir, melainkan awal dari serangkaian
pengembangan lanjutan. Tim peneliti telah merancang langkah-langkah berikutnya,
yaitu pengembangan fitur prototipe MoRA Sense V01, validasi lanjutan
menggunakan tegangan (potensial) scanning yang lebih rendah,
serta validasi parameter analitik secara menyeluruh.
Secara
teknis, rancang bangun MoRA Sense V01 terdiri atas dua tahapan kerja prioritas,
yakni pengembangan prototipe device portabel dan pengembangan transduser
elektroda. Proses ini mencakup sintesis material aktif transduser sensor
voltammetri dengan pendekatan nanoteknologi, rancang bangun prototipe
transduser dan device sensor portabel, optimasi dan validasi kinerja
transduser, miniaturisasi model dan transducer packaging, hingga tahapan
diseminasi dan hilirisasi sensor voltammetri portabel kepada masyarakat luas.
Kolaborasi
dalam proyek ini melibatkan lintas institusi. Rancang bangun prototipe MoRA
Sense V01 dikerjakan bersama Tim Peneliti dari Program Studi Tadris IPA IAIN
Kendari, yakni Dr. Zul Arham, S.Si., M.Si. dan Ismaun, S.Si., M.Si. Sementara
itu, untuk pengembangan prototipe transduser elektroda, kolaborasi diperluas
dengan menggandeng Prof. Dr. Ir. Muh. Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng. dari
Jurusan Kimia Universitas Halu Oleo, memperkuat fondasi ilmiah dan teknologi
dari inovasi ini.
Apresiasi
hangat datang dari Ketua Jurusan Kimia FST UINAM, Ummi Zahra, M.Si.,
yang menyambut positif capaian riset kolaboratif ini. Beliau mengungkapkan
kebanggaannya atas kontribusi nyata yang diberikan oleh dosen Jurusan Kimia,
khususnya Sjamsiah, S.Si., M.Si., Ph.D., dalam menghasilkan inovasi yang tidak
hanya bernilai akademik tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Ummi
Zahra berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi
seluruh dosen dan mahasiswa Jurusan Kimia FST UINAM untuk terus berkarya dan
berkontribusi melalui riset-riset inovatif yang membawa manfaat luas.
Hadirnya
MoRA Sense V01 menjadi bukti nyata bahwa riset kolaboratif antar perguruan
tinggi Islam negeri mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai
akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan terus bergerak
maju melalui tahapan validasi dan pengembangan, MoRA Sense V01 membawa harapan
besar sebagai instrumen andalan dalam menjaga keamanan pangan di masa
mendatang.
Keberhasilan
riset ini tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan berbagai pihak yang
telah memberikan kontribusi nyata dalam pembiayaan penelitian. Tim peneliti
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama
Republik Indonesia melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
(Puspenma) atas Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit (Ministry of
Religious Affairs the Awakened Indonesia Research Funds Program: MoRA the
AIR Funds), yang telah menjadi motor penggerak lahirnya inovasi ini.
Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada Kementerian Keuangan Republik
Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas bantuan
pendanaan penelitian Nomor: 61/Dt.I.III/PP.05/12/2024, yang turut memperkuat
kapasitas riset dan pengembangan MoRA Sense V01 hingga mencapai tahap validasi
yang menggembirakan ini.