Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Melalui Skema Riset Kolaboratif MoRA the Air Funds, Peneliti dari Dua Kampus PTKIN (UINAM dan IAIN Kendari) Menciptakan Inovasi Sensor "MoRA Sense V01" yang Ber-High Impact

Melalui Skema Riset Kolaboratif MoRA the Air Funds, Peneliti dari Dua Kampus PTKIN (UINAM dan IAIN Kendari) Menciptakan Inovasi Sensor "MoRA Sense V01" yang Ber-High Impact

Kimia Online - Sebuah terobosan ilmiah lahir dari sinergi dua kampus Islam negeri terkemuka di Indonesia. Melalui skema Riset Kolaboratif MoRA the Air Funds, peneliti dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari berhasil menciptakan sebuah produk inovasi yang menjanjikan di bidang keamanan pangan. Digawangi oleh Sjamsiah, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku ketua peneliti dari UINAM, produk inovasi tersebut diberi nama MoRA Sense V01, dengan tagline yang menggambarkan fungsinya secara tepat: "Voltammetric Pesticide Detector for Food Safety".

MoRA Sense V01 bukan sekadar instrumen biasa. Alat ini dirancang untuk menjadi solusi cerdas dan sensitif dalam mendeteksi residu pestisida organofosfat pada bahan pangan (sebuah persoalan serius yang selama ini menjadi perhatian dunia kesehatan dan pertanian). Dengan pendekatan teknologi voltammetri yang canggih, alat ini diharapkan mampu memberikan deteksi yang akurat, cepat, dan dapat diandalkan bahkan dalam format yang portabel.

Tonggak penting dalam perjalanan inovasi ini tercatat pada Kamis, 7 Mei 2026, ketika MoRA Sense V01 menjalani validasi skala terbatas di Laboratorium Riset Kimia UIN Alauddin Makassar. Kegiatan validasi ini turut disaksikan oleh Ketua dan Sekretaris Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UINAM, sebagai bentuk dukungan institusi terhadap riset inovatif yang dilahirkan dari lingkungan kampus. Tujuan validasi ini adalah untuk mendapatkan gambaran nyata tentang kinerja prototipe sebelum dikembangkan lebih lanjut.

Hasilnya cukup menggembirakan. Prototipe MoRA Sense V01 menunjukkan kinerja yang baik pada larutan uji, ditandai dengan data scanning voltammogram yang telah sesuai dengan data pembanding. Lebih jauh, data tersebut menunjukkan puncak arus yang reversible — sebuah indikator penting yang menegaskan bahwa sensor ini bekerja secara konsisten dan dapat diandalkan secara analitik.

Keberhasilan validasi awal ini tentu bukan titik akhir, melainkan awal dari serangkaian pengembangan lanjutan. Tim peneliti telah merancang langkah-langkah berikutnya, yaitu pengembangan fitur prototipe MoRA Sense V01, validasi lanjutan menggunakan tegangan (potensial) scanning yang lebih rendah, serta validasi parameter analitik secara menyeluruh.

Secara teknis, rancang bangun MoRA Sense V01 terdiri atas dua tahapan kerja prioritas, yakni pengembangan prototipe device portabel dan pengembangan transduser elektroda. Proses ini mencakup sintesis material aktif transduser sensor voltammetri dengan pendekatan nanoteknologi, rancang bangun prototipe transduser dan device sensor portabel, optimasi dan validasi kinerja transduser, miniaturisasi model dan transducer packaging, hingga tahapan diseminasi dan hilirisasi sensor voltammetri portabel kepada masyarakat luas.

Kolaborasi dalam proyek ini melibatkan lintas institusi. Rancang bangun prototipe MoRA Sense V01 dikerjakan bersama Tim Peneliti dari Program Studi Tadris IPA IAIN Kendari, yakni Dr. Zul Arham, S.Si., M.Si. dan Ismaun, S.Si., M.Si. Sementara itu, untuk pengembangan prototipe transduser elektroda, kolaborasi diperluas dengan menggandeng Prof. Dr. Ir. Muh. Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng. dari Jurusan Kimia Universitas Halu Oleo, memperkuat fondasi ilmiah dan teknologi dari inovasi ini.

Apresiasi hangat datang dari Ketua Jurusan Kimia FST UINAM, Ummi Zahra, M.Si., yang menyambut positif capaian riset kolaboratif ini. Beliau mengungkapkan kebanggaannya atas kontribusi nyata yang diberikan oleh dosen Jurusan Kimia, khususnya Sjamsiah, S.Si., M.Si., Ph.D., dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Ummi Zahra berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa Jurusan Kimia FST UINAM untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui riset-riset inovatif yang membawa manfaat luas.

Hadirnya MoRA Sense V01 menjadi bukti nyata bahwa riset kolaboratif antar perguruan tinggi Islam negeri mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan terus bergerak maju melalui tahapan validasi dan pengembangan, MoRA Sense V01 membawa harapan besar sebagai instrumen andalan dalam menjaga keamanan pangan di masa mendatang.

Keberhasilan riset ini tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pembiayaan penelitian. Tim peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Puspenma) atas Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit (Ministry of Religious Affairs the Awakened Indonesia Research Funds Program: MoRA the AIR Funds), yang telah menjadi motor penggerak lahirnya inovasi ini. Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas bantuan pendanaan penelitian Nomor: 61/Dt.I.III/PP.05/12/2024, yang turut memperkuat kapasitas riset dan pengembangan MoRA Sense V01 hingga mencapai tahap validasi yang menggembirakan ini.