GOWA – Keamanan pangan menjadi perhatian serius bagi akademisi Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Alauddin Makassar. Sebagai langkah nyata dalam memberikan solusi bagi masyarakat, tim dosen dan mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Edukasi Pemanfaatan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) sebagai Pengawet Tahu yang Aman dan Halal serta Pengenalan Simulasi GC-MS"
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026, di Laboratorium Riset Jurusan Kimia ini menghadirkan siswa-siswi dari Pondok Pesantren Al-Fatih Parangmata, Kabupaten Takalar, sebagai peserta utama
Latar belakang kegiatan ini didasari oleh tingginya risiko penggunaan pengawet sintetis berbahaya seperti formalin pada tahu, yang merupakan sumber protein populer namun mudah rusak
"Senyawa flavonoid dan tanin dalam kulit buah naga bekerja seperti 'tentara' yang merusak dinding sel bakteri, sehingga tahu bisa lebih awet secara alami tanpa membahayakan kesehatan," jelas tim pemateri dalam sesi edukasi
Para santri diajarkan alur pembuatan ekstrak pengawet secara sederhana, mulai dari pencucian kulit buah naga, ekstraksi dengan pelarut air atau etanol food grade, hingga tahap perendaman tahu
Tidak hanya belajar pangan, para peserta juga diperkenalkan dengan teknologi analisis kimia modern melalui simulasi Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS)
Ketua Jurusan Kimia UIN Alauddin Makassar, Ummi Zahra, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari para santri