Makassar – Tiga laboran Jurusan Kimia Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengikuti Workshop Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) untuk Pengelola Laboratorium yang dilaksanakan pada 4–5 Februari 2026 bertempat di Science Building Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin, Makassar.
Adapun laboran Jurusan Kimia UIN Alauddin Makassar yang berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu Nuraini, S.Si., Andi Nurrahma, S.Si., dan Ismawanti, S.Si. Keikutsertaan para laboran tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia laboratorium, khususnya dalam pengelolaan Limbah B3 yang aman, patuh regulasi, dan berorientasi pada keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan.Workshop ini diselenggarakan oleh Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Cabang Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kompetensi PKLHS (LPK PKLHS) dan Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman pengelola laboratorium terhadap kewajiban hukum dan aspek teknis dalam pengelolaan Limbah B3.
Materi yang disampaikan meliputi penyimpanan Limbah B3, evaluasi hasil analisis dan pengelolaan Limbah B3, pemantauan dampak pengelolaan Limbah B3, penyusunan laporan kegiatan, verifikasi Limbah B3 yang diterima, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengelolaan Limbah B3. Seluruh materi dibawakan oleh instruktur dan asesor bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berpengalaman di bidang pengelolaan Limbah B3.
Melalui workshop ini, para laboran diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis dan profesionalisme dalam mengelola Limbah B3 di laboratorium Jurusan Kimia UIN Alauddin Makassar. Peningkatan kapasitas ini menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya laboratorium yang aman, tertib administrasi, patuh terhadap regulasi, serta berwawasan lingkungan.
Partisipasi aktif laboran Jurusan Kimia UIN Alauddin Makassar dalam kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen institusi untuk terus meningkatkan mutu layanan laboratorium sebagai penunjang utama kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.