Makassar – Sejumlah dosen, alumni, dan mahasiswa Jurusan Kimia mengikuti Workshop “From Nickel Ore to Products: Optimizing XRF Productivity and Accuracy in Mining Industries” yang diselenggarakan selama dua hari, pada 5–6 Februari 2026, bertempat di The Rinra Hotel Makassar. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kompetensi analisis material, khususnya penggunaan X-Ray Fluorescence (XRF) dalam industri dan pertambangan nikel.
Workshop ini menghadirkan pemateri dari Malvern Panalytical, perusahaan global penyedia instrumen analitik, dengan fokus pada alur kerja XRF secara menyeluruh, pemilihan metode EDXRF dan WDXRF, preparasi sampel fusi terbaik, hingga penerapan XRF lanjutan untuk bijih nikel dan produk turunannya. Selain materi teoritis, peserta juga memperoleh live demonstration penggunaan instrumen Zetium dan FORJ yang umum diaplikasikan di laboratorium pertambangan modern.
Menariknya, kegiatan ini juga diikuti oleh alumni Jurusan Kimia yang saat ini telah bekerja di sektor pertambangan dan secara langsung menggunakan instrumen XRF dalam aktivitas profesionalnya. Kehadiran alumni tersebut memberikan perspektif aplikatif bagi peserta, khususnya mahasiswa, mengenai keterkaitan ilmu kimia dengan kebutuhan nyata dunia industri dan pertambangan.
Selain alumni, beberapa dosen Jurusan Kimia turut hadir sebagai peserta, antara lain Sjamsiah, S.Si., M.Si., Ph.D; Dr. Rismawaty Sikanna, S.Si., M.Si; Awaluddin Iwan Perdana, S.Si., M.Si; Syahriani, S.Si., M.Sc; Firnanelty, S.Si., M.Si, serta Nuraini, S.Si selaku laboran Jurusan Kimia. Kehadiran para dosen ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan pembelajaran berbasis industri serta meningkatkan relevansi praktikum dan riset mahasiswa dengan kebutuhan lapangan.
Workshop yang berlangsung intensif selama dua hari ini juga dihadiri oleh mahasiswa Jurusan Kimia, yang memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, berdiskusi langsung dengan praktisi global, serta membangun jejaring profesional sejak dini. Selain sesi materi dan demonstrasi alat, peserta juga mendapatkan sertifikat, konsultasi laboratorium secara langsung, serta kesempatan networking dengan pelaku industri pertambangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi, alumni, dan industri semakin kuat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kimia yang siap bersaing dan berkontribusi pada pengembangan industri pertambangan nikel nasional.