TUJUH DOSEN FST MENDIDAKASIKAN DIRI SEBAGAI KOMITE REVIEWER LITAPTIMAS SE-PTKI

  • 09 September 2020
  • 12:00 WITA
  • Administrator
  • Berita

Direktur Jenderal Pendidikan Islam baru saja melansir SK penetapan komite penilai/reviewer penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat lingkup PTKI. Hal ini ditetapkan dalam rangka menjamin mutu dan kualitas Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat, perlu menetapkan Komite Penilaian dan/atau Reviewer Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat yang dikompetesikan baik secara internak institusi mauoun secara nasional lingkup PTKI se-Indonesia. Sebanyak 505 dosen yang memiliki kualifikasi pendidikan dan memiliki reputasi publikasi ilmiah yang memenuhi syarat dan ketentuan ditetapkan menjadi Komite Penilaian dan/atau Reviewer Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dari deretan nama-nama reviewer tersebut, 16 orang diantaranya merupakan dosen UIN Alauddin Makassar, dan tujuh dosen yang berhomebase di Fakultas Sains dan Teknologi termasuk di dalamnya.

 

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3092 tentang Komite Penilaian dan/ atau Reviewer Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut, maka nama-nama yang termaktub dalam Surat Keputusan tersebut diberi wewenang untuk memberikan penilaian/reviewer atau pelaksanaan program litapdimas (Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat) sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 2952 tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Pembentukan Komite Penilaian dan/ Atau Reviewer dan Tata Cara Pelaksanaan Penelitian pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Prof. Dr. Wasilah, S.T M.T dan enam dosen lainnya yang mendapat amanah sebagai reviewer selanjutnya mengikuti rapat koordinasi nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal pendidikan Islam di bawah koordinasi Prof. M. Arskal Salim GP, Ph.D. selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Kegiatan koordinasi yang dihadiri 344 partisipan pada siang hari tersebut (09/09/2020) menitikberatkan pada kode etik dan dedikasi yang harus dimiliki oleh seorang reviewer.


Melalui sambutannya, direktur PTKI menyampaikan bahwa selanjutnya perlu diadakan workshop guna memberi rambu untuk keseragaman dan standard penilaian dirasakan perlu dibuat sebuah instrument yang bisa dipatuhi dan diikuti oleh semua reviewer. “Selain itu perlu dilakukan pelatihan dan selanjutnya sertifikasi reviewer guna menjamin mutu dan kualitas reviewer” demikian pungkasnya optimis. (HF)