JELANG IDUL ADHA, FST GELAR DESIMINASI PROTAP BERQURBAN DI ERA PANDEMI COVID -19

  • 07 Juli 2020
  • 12:00 WITA
  • Administrator
  • Berita

Hari raya Idul Adha 1441 H, yang jatuh pada akhir Juli 2020, akan berbeda dari biasanya karena pandemi covid-19 yang masih mendiami bumi pertiwi. Pelaksanaan kurban dituntut untuk menyesuaikan dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Merespon kondisi tersebut, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar melalui inisiasi oleh jurusan Ilmu Peternakan menggagas dan telah  menggelar edukasi dan desiminasi protap berqurban pada masa pandemi Covid-19 yang dikemas dalam bentuk webinar bertajuk ”Berqurban pada wilayah zona merah di era pandemi”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan narasumber dari perwakilan pemerintah, yaitu Kepala Dinas Perikanan dan pertanian Kota Makassar, ulama sekaligus akademisi serta ikatan dokter hewan Indonesia.

 

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, prof. Dr. Muh. Khalifah Mustami, M.Pd, menyampaikan opening speechpada gelaran pengabdian masyarakat sebagai rangkaian webinar series peternakan tersebut. Panitia menargetkan para praktisi/panitia qurban yang akan terlibat pada kegiatan qurban dari berbagai wilayah dan latar belakang afiliasi. Lebih dari 300 peserta beraprtisipasi dalam room meeting virtual yang disiapkan dengan media Zoom dan ditonton secara live via akun Facebook Humas UIN Alauddin Makassar oleh ratusan peserta pada pukul 09.30 -12.00 wita (07/07/2020).

 

“ini adalah respon yang sangat positif institusi kita terhadap situasi terkini yang terkait dengan penyelenggaraan qurban kelak di tengah pandemi yang meresahkan ini. Semoga menjadi bekal bagi para pekurban, khususnya para panitia qurban dan juru sembelih, sehingga amalan baik yang diniatkan tidak menjadi media penularan covid”.

 

Dr. Abd. Rahman Bando, S.P., M.P selaku Kepala Dinas Perikanan dan ertanian Kota Makassarmensosialisasikan surat edaran yang dierbitkan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Agama tentang panduan pelaksanaan kurban selama pandemi. Panduan tersebut mencakup langkah-langkah mitigasi risiko dalam penjualan dan penyembelihan hewan kurban. Disampaikan oleh kadis sesua panduan tersebut, pedagang hewan kurban harus mengoptimalkan penjualan secara daring. Kalaupun melakukan jual-beli secara tatap muka, pedagang maupun pembeli harus menerapkan penjarakan fisik (physical distancing), pengecekan suhu tubuh, dan langkah-langkah higiene personal lainnya.

 

"yang terlibat pun nanti harus dalam kondisi sehat. Jadi kalau enggak enak badan, segala macam, enggak boleh ikut dalam proses transaksi dan penyembelihan nantinya," ungkapnya tegas. “Adapun proses pemotongan hewan kurban diutamakan di Rumah Potong Hewan-Ruminansia (RPH-R), bila dilakukan di luar RPH-R, penyembelihan harus memenuhi protokol Covid-19” imbuhnya.

 

Melengkapi desiminasi kebijakan tersebut, narasumber berlatarbelakang ulama dan akademisi yang mengulas teknik berqurban sesuai syar’i meskipun pada mase pandemi dihadirkan, yaitu Prof. Arifuddin AHMAD, M.Ag. Hadir pula dari persatuaan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang menekankan kesehatan dan kesejahteraan hewan qurban yang perlu diperhatikan pada masa pandemi ini. 

“Dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner ini akan melakukan pengawasan untuk menjamin kesejahteraan hewan, kesehatan hewan, dan keamanan daging kurban yang akan dikonsumsi masyarakat, melalui: 1) Penerbitan Surat Kerangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau Sertifikat Veteriner 2) Pemeriksaan ante-mortem (hewan hidup) 3) Pemeriksaan post-mortem (setelah hewan disembelih)." Demikian drh. A. Agung PJ. Wahyuda, M.Si memaparkan penggalan materinya.


Kegiatan yang dipandu dengan apik oleh Dr. Muhammad Nurhidayat, M.P selaku moderator, berlangsung selama tiga jam tersebut disimak dengan antusiasme tinggi oleh seluruh peserta. Hal ini diindikasikan oleh banyaknya peserta menyampaikan respon dan pertanyaan. Sebagian besar telah mendapat jawaban dan tanggapan dari kedua narasumber dan mendapat pencerahan terkait penyelenggaran qurban di era pandemi covid-19 ini. (HF)