PENINGKATAN PRODUKSI BROILER DENGAN SUPLEMENTASI PAKAN DENGAN FITASE BAKTERI

  • 04-04-2020
  • 12:05 WITA
  • admin_fst
  • Artikel


Broiler merupakan ternak yang memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dan salah satu faktor penting dalam keberhasilannya adalah pakan. Pemberian pakan bertujuan untuk menjamin pertambahan berat badan broiler dan menjamin produksi daging agar menguntungkan. Sejauh ini bahan pakan broiler masih didominasi oleh tanaman serelia dan biji-bijian, sehingga tidak dapat menghindari keberadaan senyawa fitat sebagai zat anti nutrisi pada pakan broiler. Kemampuan fitat mengikat protein dan mineral pakan mengakibatkan banyaknya nutrisi seperti protein dan berbagai mineral dalam pakan yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh broiler (anavailable nutrition). Kondisi tersebut membuat para produsen pakan harus melakukan suplementasi beberapa mineral esensial dan protein untuk mencukupi kebutuhan ternak, dan secara otomatis berdampak terhadap peningkatan biaya pakan. Belum lagi dampak negatif yang ditimbulkan karena melimpahnya protein dan mineral seperti fosfor yang terbuang ke lingkungan ternak dan menyebabkan terjadinya kerusakan ekologis.

Upaya untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan unsur fosfor dan mineral lainnya yang terikat oleh fitat dan mengurangi pengaruh negatifnya terhadap utilisasi nutrisi lain dapat dilakukan dengan pemutusan ikatannya melalui proses hidrolisis oleh enzim fitase. Prinsip kerja fitase untuk tujuan utilisasi nutrisi adalah dengan cara meningkatkan penyerapan nutrisi melalui pemutusan ikatan senyawa fitat, sehingga mineral dan protein dapat dimanfaatkan secara maksimal pada proses metabolisme dan biosintesis. 

Fitase dapat diperoleh dari berbagai sumber, selama ini telah banyak diperoleh dari tanaman, kapang, bakteri maupun rumen ternak ruminansia. Bakteri sebagai sumber enzim memiliki nilai lebih dibandingkan dengan mengisolasi enzim dari hewan maupun tumbuhan antara lain karena sel bakteri relatif lebih mudah dan cepat ditumbuhkan, skala produksi sel lebih mudah ditingkatkan untuk produksi yang lebih besar melalui pengaturan kondisi pertumbuhan dan rekayasa genetik, kondisi selama produksi tidak tergantung oleh adanya pergantian musim, serta mutunya lebih seragam. 

Potensi bakteri menghasilkan fitase melalui induksi substrat untuk disuplementasi pada pakan, memungkinkan prospek upaya peningkatan kualitas pakan unggas dengan cara mengoptimasi pembebasan mineral-mineral dan protein pada pakan sehingga dapat dimanfaatkan oleh broiler secara maksimal. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas karena dapat menekan biaya produksi pakan dengan mengurangi penggunaan fosfor anorganik yang harganya relatif mahal. Tak kalah pentingnya juga dapat meningkatkan kecernaan dan performa broiler karena ditunjang oleh kecukupan dan kemampuan penyerapan nutrisi pakan. Konsepsi pemanfaatan enzim seperti fitase merupakan salah satu opsi dalam rangka menjawab tantangan peternakan broiler AGP-free, selain menerapkan manajemen biosekuriti sebagaimana mestinya sehingga dapat menghasilkan bahan pangan sumber protein hewani yang aman dan menyehatkan. Hal ini sesuai dengan tuntutan dalam islam untuk mengkonsumsi makanan yang tidak hanya halal, namun memenuhi standar “toyyib”.