Penerapan Teori Pemrosesan Informasi dalam Proses Belajar Mengajar

  • 27-03-2019
  • 03:08 WITA
  • admin_fst
  • Artikel

Penerapan Teori Pemrosesan Informasi dalam Proses Belajar Mengajar

Oleh

Ummu Kalsum Yunus


Salah satu desain pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar adalah pemrosesan informasi. Teori pemrosesan informasi (information processing theory) memandang aspek lingkungan memegang peranan penting dalam belajar. Teori pemrosesan informasi sebagaimana dijelaskan oleh Byrnes (1996) memandang belajar sebagai suatu upaya untuk memproses, memperoleh, dan menyimpan informasi melalui short term memory (memori jangka pendek) dan long term memory (memori jangka panjang), dalam hal ini belajar terjadi secara internal dalam diri peserta didik.

Teori pemrosesan informasi (information processing theory) memandang aspek lingkungan memegang peranan penting dalam belajar. Teori pemrosesan informasi sebagaimana dijelaskan oleh Byrnes (1996) memandang belajar sebagai suatu upaya untuk memproses, memperoleh, dan menyimpan informasi melalui short term memory (memori jangka pendek) dan long term memory (memori jangka panjang), dalam hal ini belajar terjadi secara internal dalam diri peserta didik.

Pemrosesan informasi menunjuk kepada cara mengumpulkan/menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep-konsep, dan pemecahan masalah, serta menggunakan simbol-simbol verbal dan non verbal. Teori ini berkenaan dengan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berpikir produktif, serta berkenaan dengan kemampuan intelektual umum (general intellectual ability).

Adapun landasan penting teori pemrosesan informasi yaitu:

·         Prior Knowledge (pengetahuan awal).

·         Rancangan tujuan yang berorientasi kognitif.

·         Umpan balik (feedback).

Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan output dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi interaksi antara kondisi internal (keadaan individu, proses kognitif) dan kondisi-kondisi eksternal (rangsangan dari lingkungan) dan interaksi antarkeduanya akan menghasilkan hasil belajar. Pembelajaran merupakan keluaran dari pemrosesan informasi yang berupa kecakapan manusia (human capitalities) yang terdiri dari: (1) informasi verbal; (2) kecakapan intelektual; (3) strategi kognitif; (4) sikap; dan kecakapan motorik.

Delapan fase proses pembelajaran menurut Robert M. Gagne dalam pemrosesan informasi adalah motivasi, pemahaman, pemerolehan, penahanan, ingatan kembali, generalisasi, perlakuan, dan umpan balik.


Pemrosesan informasi kognitif difokuskan pada berbagai aspek pembelajaran dan bagaimana aspek-aspek tersebut dapat memfasilitasi atau merintangi belajar dan memori. Teori ini juga menekankan pada bagaimana menggunakan strategi yang fokusnya pada perhatian peserta didik, mendorong proses pengkodean dan retrieval (pemerolehan kembali informasi), dan menyediakan praktik-praktik pembelajaran yang efektif dan berguna.